Brosur Unindra


Aremania yang tampak memadati kawasan Stadion Kanjuruhan

Laporan hari ini konvoi aremania – aremanita membanjiri sepanjang jalanan kota Malang terlihat membiru. Itu karena para Aremania masih merayakan kesuksesan Arema Indonesia menjadi juara Indonesia Super League (ISL) 2009-2010, dalam sebuah rangkaian Pesta Rakyat Arema Indonesia, Rabu (2/6). Meskipun konvoi kemarin itu sendiri merupakan konvoi hari ketujuh yang dilakukan Aremania.

Tak heran kalau konvoi Aremania panjangnya mencapai puluhan kilometer, sehingga dari ujung hingga buntut kalau dimeniti mencapai 1,5 jam. Pasalnya, Aremania khususnya dan warga pada umumnya, memang sangat bersuka cita dengan kesuksesan tim kebanggaan tersebut. Kemeriahan pesta rakyat Arema Indonesia kemarin itu pun lantas dipungkasi dengan atraksi kembang api yang dipersembahkan Malang Post (grup JPNN).

Oleh karena banyaknya Aremania yang meluber ke jalanan, panitia pun sampai terpaksa memangkas rute konvoi. Awalnya, arak-arakan pemain direncanakan juga melewati Kota Batu. Namun karena adanya kemacetan, konvoi akhirnya hanya mengitari etape pertama dan langsung kembali ke Kota Malang.

Konvoi itu sendiri dimulai sekitar pukul 09.00 WIB, serta baru selesai pada pukul 16.00 WIB dengan rute yang dipersingkat. Sesaat sebelum konvoi, Aremania sendiri telah meluber di Kota Malang, terutama di sekitar Jalan Semeru, Stadion Gajayana, Malang. Para pemain kemudian dinaikkan ke mobil bak terbuka. Konvoi berjalan sesuai rute yang direncanakan, meski harus bersusah payah menembus kerumunan Aremania.

Sambutan dari masyarakat Kota Malang dan Kabupaten Malang pun begitu luar biasa. Mereka telah menunggu di pinggir jalan, untuk menunggu rombongan pemain dan ofisial Arema lewat. Lantas di belakang konvoi pemain dan ofisial itu, puluhan ribu Aremania pun berarak-arakan dengan atribut kebesarannya.

“Kamu sampai mana? Ini di Tugu, buntutnya konvoi belum lewat-lewat juga,” ujar seorang jurnalis yang menelepon Malang Post dari Kota Malang. Malang Post memang sengaja mengikuti konvoi itu, satu mobil dengan M Ridhuan dan Hermawan. Kedua pemain tersebut menaiki mobil bersama ofisial lainnya.

“Wah, ini luar biasa sekali. Saya di Singapura enggak akan menemui seperti ini,” ungkap Ridhuan dengan dialek Melayu yang kental.

Sepanjang perjalanan, Ridhuan pun terus dielu-elukan oleh Aremania dan Aremanita yang ikut konvoi, maupun yang menunggu di pinggir jalan. Sedangkan nama Hermawan, baru dipanggil Aremania dan Aremanita ketika konvoi melewati Pakisaji. Maklum, itu adalah tempat kelahiran defender Arema tersebut. “Wah kalau camat bisa dipilih langsung, saya akan mencalonkan diri,” guraunya.

Menariknya, beberapa kali orang-orang di pinggir jalan salah panggil terhadap Hermawan. Karena berada di samping Ridhuan, sejumlah orang mengira dia adalah Noh Alam Shah. Namun, meski dipanggil dengan nama Alam, Hermawan tetap saja membalas dengan melambaikan tangan.

M Ridhuan dan Hermawan, dua bintang Arema saat konvoi kemarin

Keruwetan konvoi mulai terjadi ketika masuk di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen. Di sana arak-arakan nyaris tak bisa bergerak. Hal serupa juga terjadi di Kebonagung, Kecamatan Pakisaji, yang macet sekitar satu jam. Pemain sampai memanfaatkan kemacetan itu dengan makan nasi bungkus.

“Bagi saya ini luar biasa, meski macet. Ini pengalaman yang tak akan pernah saya lupakan,” ungkap Esteban, salah seorang pemain asing Arema.

Karena macet pula, beberapa rombongan pemain bahkan harus sempat terpisah. Pierre Njanka dan Noh Alam Shah misalnya, bisa sampai finis di Stasiun Kota Baru. Namun, kedua pemain itu akhirnya bisa sampai di tempat finis konvoi, di depan kantor redaksi Malang Post, setelah harus berganti kendaraan. Keduanya naik sepeda motor milik Aremania untuk menembus macetnya konvoi. Sementara rombongan pemain lainnya, terpaksa berbelok ke arah mess pemain. Itu dikarenakan jalanan menuju stasiun sudah penuh sesak dan tak bisa dilewati lagi.

Malam harinya, pesta seharian itu ditutup dengan kembang api, yang sengaja diluncurkan dari kantor redaksi Malang Post. Tak kurang dari 15 menit, aneka warna kembang api pun terlihat meriah bercahaya, mewarnai langit Kota Malang yang dipenuhi khalayak yang bersukacita.@JPNN

  • Inilah Empat Makanan Pencegah Kanker Payudara

    Pertahanan terbaik Anda melawan kanker adalah melalui makanan. Semakin cepat Anda mulai mengkonsumsi makanan sehat, semakin kecil kemungkinan Anda terkena kanker payudara. Mengkonsumsi beragam buah dan sayuran serta membatasi asupan lemak jenuh dan alkohol akan membantu mencegah pengembangan tumor. Ubahlah...
  • Tahukah Anda, Khasiat Tersembunyi Dibalik Ceker Ayam ?

    ORANG Indonesia boleh dibilang kenyang makan ceker ayam atau kaki ayam. Bayangkan, sejak bayi boleh mencicipi nasi tim, kaki ayam sudah jadi hidangan favorit sehari-hari. Setelah bayi belajar jalan, makin rajin orangtua kita memasok kaki ayam pada sajian nasi timnya. Konon, kaki bayi bisa bertambah...