Contoh Artikel Westernisasi


“Cinta itu buta”. Kata-kata itu sering diungkapkan seseorang ketika mereka dilanda asmara, gandrung atau merasa apa yang mereka lakukan benar. Tentu atas nama cinta.

Berpuluh-puluh tahun mantra itu dipercaya. Namun, tidak satu pun yang bisa menjelaskan secara ilmiah. Ilmuan dari University College London, Inggris, telah menguji dan membuktikan mantra itu benar.

Sang ilmuan mendeteksi area otak yang diaktifkan ketika seseorang ada dalam kondisi romantis atau merasakan cinta. Di saat yang sama, aktivitas area lain otak sedang tertekan. Bagian ini memengaruhi pikiran kritis seorang manusia.

Perasaan cinta menekan aktivitas saraf yang berhubungan dengan penilaian kritis terhadap orang lain. Ketika seseorang jatuh cinta, ia kehilangan kemampuan mengkritisi orang yang dicintai. Ini yang menyebabkan seseorang sering salah mengambil keputusan ketika sedang jatuh cinta.

Menjadi buta ketika mencinta bisa karena seseorang selalu mengingat hari-hari pertama dengan pasangan. Indah, dan berjalan amat menyenangkan. Inilah yang membuat cinta itu buta.

Area otak yang diaktifkan oleh rasa cinta menghasilkan rasa euforia. Fakta ini menjelaskan kekuatan cinta romantis memotivasi kegembiraan.

  • Lowongan Kerja BUMN PT Kalbe Farma untuk SMA, D3 dan S1 Agustus 2013

    Kalbe Farma adalah sebuah perusahaan farmasi terbesar dan terkemuka di Indonesia dan di Asia Tenggara seperti Malaysia, Thailand, Singapora, Brunai Darussalam, Filipina dan Kamboja. Perusahaan yang berdiri tahun 1966 ini memiliki beberapa lini usaha diantaranya pengembangan, pembuatan, distribusi dan...
  • Lagi, Beredar Video Mesum Pelajar ABG Hebohkan Bekasi

    Download video mesum pelajar ABG Bekasi dengan video porno berdurasi 2,19 menit dan 3,02 menit berisi adegan mesum sepasang pelajar ABG menghebohkan masyarakat Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, dan diduga beredar luas sejak Kamis lalu (22/7). Kepolisian Resor Metropolitan Kabupaten Bekasi pun tengah menelusuri...