Dongeng Wayang Sunda


Sebanyak 12 calon dari 133 orang dinyatakan lulus seleksi tahap kedua pemimpin Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yaitu pembuatan makalah yang dilakukan secara langsung di Kementerian Hukum dan HAM (Kemenhuk dan HAM).

“Peserta calon pengganti pemimpin KPK tahap kedua yaitu sebanyak 12 orang,” kata Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar, di Gedung Kemenhuk dan HAM, Jakarta, Sabtu (31/7/2010).

Mereka yang lulus seleksi yaitu:
1. Prof Dr Ade Saptomo (akademisi)
2. Dr Aji Sularso (mantan BPK)
3. Bambang Widjojanto (advokat/aktivis)
4. Irjen (Purn) Chaerul Rasyid
5. Dr Fachmi (jaksa dari Kejaksaan Agung)
6. Firman Zai
7. Fredrich Yunadi
8. I Wayan Sudirta
9. Junino Jahja
10. Meli Darsa
11. Jimly Asshiddiqie
12. M Busjro Muqoddas

Patrialis memaparkan, para calon yang lulus seleksi tersebut untuk tahap berikutnya adalah mengikuti profile assessment (penilaian profil/psikotes). Rencananya, agenda profile assessment akan diselenggarakan di Ruang Soepomo, Kemenhuk dan HAM, hari Rabu mendatang atau tanggal 4 Agustus 2010, yang dimulai pada pukul 09.00 WIB.

Sebelumnya, sebanyak 133 calon telah mengikuti seleksi penulisan makalah pada 28 Juli 2010. Penilaian dari makalah itu dilakukan oleh tim independen yang terdiri dari 12 akademisi Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI), yang dipimpin oleh Koordinator Dr Suristini Fitriasih. Nama-nama dari 12 peserta seleksi yang lulus seleksi tahap kedua juga akan diumumkan kepada publik pada harian Media Indonesia pada Senin, 2 Agustus 2010.@Kompas

  • Lima Bintang Asia yang Terlibat Skandal Seks Terbesar

    Berikut ini 5 kasus soal penyebaran video dan foto vulgar di berbagai negara Asia.Skandal seks selalu menjadi pemberitaan ‘panas’. Apalagi jika pelakunya adalah figur publik yang cukup dikenal. Kasus penyebaran video seks selebriti atau orang terkenal bisa dipastikan menjadi kasus besar....
  • Heboh, Foto Penampakan Pocong dengan Seorang Anak Kecil di Palembang !

    Pocong yang muncul tiba-tiba dalamgambar saat Jesika berfoto di belakang rumahnya Makhluk halus memang sulit dilihat mata tapi jaman sekarang malah bisa direkam video dengan teknologi tertentu sehingga khalayak bisa menyaksikan tanda tandanya dengan indera melalui tayangan visual. Berbeda dengan jepretan...