Fungsi Asam Lambung Hcl



Dari namanya, muatan film-film yang ditayangkan dalam Q! Film Festival 2010 sudah bisa ditebak. Sejak awal penyelenggaraan di tahun 2002, film yang dihadirkan dalam festival ini memang bertujuan mengangkat konflik-konflik kehidupan di kalangan Lesbian, Gay, Bisexual dan Transexual (LGBT) dari seluruh dunia, dari mulai keinginan mereka untuk mempunyai anak serta tema-tema terkait HIV/AIDS.

Festival ini pun berlanjut ke tahun 2010 dan tetap menuai protes keras dari sejumlah kalangan. Kali ini protes keras disertai ancaman datang dari Front Pembela Islam (FPI).

Tahun ini, Q! Film Festival di Jakarta digelar dari tanggal 24 September – 3 Oktober mendatang. Puluhan film diputar kepada para penonton dari kalangan terbatas. Sebut saja, film berjudul Woman on Top, Happy Hookers dan I Know What You Did On Facebook.

Film-film ini hanyalah perwakilan dari banyak film lain yang memiliki tema yang tidak jauh berbeda. Film Woman on Top mengambil seting di benua Afrika, sekitar tahun 1950-an ketika apartheid baru saja bergulir.

Amina yang berjiwa bebas mendobrak tradisi di kalangan masyarakat India yang konvensional di Afrika Selatan dengan membuka kafe. Tempat ini dijadikan sebuah tempat yang nyaman untuk tertawa, mendengarkan musik dan makanan tradisional India yang enak. Lambat laun, tempat ini menjadi sebuah area “abu-abu” untuk mereka yang menentang politik pemerintah tentang kulit hitam dan kulit putih.

Kemudian, Happy Hookers yang mencoba mengeksplorasi dunia terselubung dari pekerja seks komersil di Bombay, India. Seorang biseksual, Shakeel meninggalkan desanya dan pindah ke sana dan melalui pekerjaan seksualnya. Ia menciptakan gaya hidup yang baru.

Vicky seorang yang feminin dan menikmati menjadi perempuan dalam pertunjukkan tarinya ketika dia tidak ditugaskan oleh mucikarinya. Tokoh lainnya, Imran sudah menikah, berkerja paruh waktu pada toko jahit dan menjelajah stasiun Bandra demi uang untuk kembali pulang.

Film lainnya, Elvis and Madona juga rencananya akan diputarkan di festival tahunan ini. Film bercerita tentang seorang perempuan bernama Elvis yang beraktivitas sebagai fotografer berbakat, yang juga bekerja sebagai pengantar pizza. Namun, yang perlu diketahui, Elvis adalah seorang lesbian.

Selain itu, Madona adalah seorang “drag performer” yang bekerja sebagai penata rambut dan sering melakukan show di sebuah drag club pada malam hari. Keduanya bertemu ketika Elvis mengirimkan pizza ke tempat Madona dan menemukan Madona dirampok dan dipukuli oleh pacarnya, John Tripod.
Dari pertemuan pertama itulah, kehidupan mereka berdua terjadi dan cinta serta hasrat pun timbul.

Sementara itu, film Indonesia juga unjuk gigi dalam festival ini. Salah satunya diwakili oleh film berjudul I Know What You Did On Facebook yang sempat diputar di bioskop-bioskop Tanah Air. Film besutan sutradara Indonesia Awi Suryadi ini mengangkat fenomena Facebook di kalangan remaja Indonesia.

Dalam film ini juga diceritakan kisah seorang pemuda homoseksual bernama Doni yang mempunyai konflik dalam batinnya. Doni adalah seorang gay yang belum berani membuka diri sedangkan dia tengah mencintai seorang koleganya yang bernama Erick. Karena orang-orang di sekelilingnya tidak ada yang mengetahui bahwa dirinya gay, maka Doni menjadi dirinya sendiri lewat Facebook dengan akun samaran.

  • Tempat Parkir Termahal di Dunia ?

    Ini mungkin tempat parkir termahal di dunia, karena dua jatah parkir di Boston, Amerika Serikat, ini laku terjual US$560.000 atau sekitar Rp5,5 miliar. Nilai ini sama dengan dua kali harga jual rata-rata rumah di kawasan tersebut. Perang penawaran terjadi ketika lelang untuk dua tempat pakir di jawasan...
  • Mengintip Kepribadian Perempuan dari Warna Bra

    Lain kali jika kaum hawa berbelanja pakaian dalam, mungkin hal di bawah ini bisa dijadikan bahan pertimbangan dalam memilih warna. Warna bra dan celana dalam perempuan ternyata bisa mengungkapkan diri penggunanya. Tepatnya menentukan jenis pecinta sang pengguna pakaian dalam itu. Dona Dawson, seorang...