Lowongan Kerja Hotel Aryaduta Medan


Sebuah studi baru yang dipublikasikan jurnal Biological Psychiatry menemukan bahwa kebiasaan menghisap rokok dapat mengurangi ketebalan otak manusia.

Peneliti membandingkan ketebalan korteks pada sukarelawan, baik perokok dan yang tidak pernah merokok, yang tidak memiliki penyakit medis atau kejiwaan, dikutip dari Times Of India. Korteks adalah area pada otak yang bertanggung jawab untuk banyak fungsi penting, termasuk bahasa, pengolahan informasi, dan memori.

Hasilnya mencengangkan. Korteks orang yang merokok menipis pada bagian kiri tengah orbitofrontal. Orang yang makin sering merokok, menurut penelitian, penipisan jaringan kortikal akan semakin nampak jelas.

Temuan ini menunjukkan, dengan menipisnya korteks, maka risiko untuk menjadi seorang pecandu narkoba meningkat, bahkan dia akan semakin menjadi perokok berat.

“Karena terjadi penipisan, ini akan terkait dengan kontrol impuls, pengolahan penghargaan dan pengambilan keputusan. Kondisi ini mungkin menjelaskan bagaimana seseorang dapat menjadi pecandu nikotin,” kata Simone Kuhn, salah satu peneliti.

Kuhn menambahkan, “Dalam studi lanjutan, kami berencana untuk mengeksplorasi efek rehabilitatif dari berhenti merokok terhadap otak.”

“Temuan saat ini menunjukkan bahwa merokok mungkin memiliki efek kumulatif pada otak,” kata John Krystal MD, Editor Biological Psychiatry di Yale University, yang mengungkapkan temuan ini juga menyoroti pentingnya penargetan agar perokok muda menghentikan kebiasaan merokok.

  • Lowongan kerja di PT. Bank Rakyat Indonesia Jateng Oktober 2013

    PT. Bank Rakyat Indonesia yang beroperasi wilayah Jawa tengah kembali membuka rekrutment dengan kualifikasi sebagai berikut: CS, Admin dan Teller Persyaratan: Pria atau wanita Pendidikan minimal SMA, SMK dan D3 Single Mampu mengoperasikan komputer Berpenampilan menarik Siap bekerja lembur Proses pendaftaran...
  • Tahukah Anda Mengenai Apa Saja yang Diinginkan Suami Dari Istri ?

    Apa yang suami inginkan dari istrinya? Banyak wanita pasti sudah berusaha menjawab pertanyaan itu selama bertahun-tahun, tapi belum juga menemukan jawabannya. Jangan khawatir, Anda bisa mendapatkan jawabannya dari penjabaran Maria Susanti, psikolog perkawinan, mengenai apa saja yang diinginkan suami...