Mobkas Toyota Hilux Dikalimantan


Baterai dari Virus

Yang kita tahu selama ini, virus adalah sumber penyakit. Tapi, ada virus yang tidak berbahaya bagi manusia yang ternyata memiliki manfaat lain. Sebuah Jurnal Sains mengungkapkan bahwa virus itu bisa diproses menjadi sebuah baterai.

Para ahli teknologi dari Massachusetts Institute of Technology, Amerika Serikat mengembangkan teknologi baterai yang berasal dari virus.

Para peneliti menciptakan virus yang dilapisi dengan cobalt oksida, emas dan menempelkannya pada kawat nano untuk menciptakan kutub positif dari baterai (Anoda). Lalu, untuk kutub negatifnya (katoda), tim peneliti menciptakan virus yang dilapisi besi fosfat dan menempelkannya pada tabung nano.

Baterai yang terbuat dari virus itu, bisa bertahan lama karena menyimpan sumber energi yang cukup banyak.

Saat ini, peneliti sedang mempertimbangkan untuk menggunakan bahan lainnya, seperti mangan, agar baterai lebih tahan lama. Mangan adalah bahan tambang yang berasal dari kerak bumi. Nantinya, baterai dari virus ini tidak menimbulkan polusi, dan lebih ramah lingkungan. Tetapi, sayangnya, baterai tersebut harganya sangat mahal

  • Apple vs Samsung : Apple Menang Gugatan, Samsung Siap Bayar Ganti Rugi

    Apple Inc mencetak kemenangan spektakuler atas serangkaian gugatan hukum di pengadilan Amerika Serikat. Juri menemukan perusahaan asal Korea Selatan ini menyontek fitur penting iPhone dan iPad yang sangat populer, dan karena itu, harus membayar ganti rugi US$ 1 miliar. Putusan–yang datang lebih...
  • Vacancy Muslim Aid Indonesia: Field Facilitator of Integrated Farming Project

    Muslim Aid is an international charity and development agency based in London with 26 years of experience in helping to create a safer and more dignified life for disaster and conflict affected people across the globe. We are currently operating in more than 70 countries with 13 field offices. Our ...