Persyaratan Penerimaan Calon Bintara Polwan



“Street Racing” dan “Go Green!” Dua tema modifikasi yang akhirnya disabet oleh Davin Elika sebagai King Jazz dan Tomi Gunawan sebagai King Freed dalam ajang Jazz Freed Tuning Contest (JFTC) 2010 yang diadakan
PT Honda Prospect Motor (HPM) dan ditutup Sabtu (30/10/2010).

Teddy Diesta, Ketua Tim Juri JFTC 2010, menjelaskan, penilaian dilakukan dengan dua konsep berbeda. Bobot penilaian Jazz diutamakan pada faktor eksterior, sedangkan Freed fokus pada interior. “Untuk Jazz eksterior dan Freed interior, masing-masing memiliki bobot penilaian 40 persen. Tentunya tanpa mengesampingkan faktor-faktor lain, seperti kerapihan, kesulitan, dan harmonisasi tanpa membuang krakteristik mobil itu sendiri,” ujar Ted di Mal Kelapa Gading.


King Jazz
All New Jazz RS milik Davin Elika, mahasiswa Swiss German University, ini memilih tema Street Racing. Ide modifikasi diakuinya terinspirasi pada mobil mainan remote control sebagai kegemarannya.

Warna merah dominan di sekujur tubuh Jazz dengan permainan grafis kuning, abu-abu, dan tulisan putih berupa beberapa merek rumah modifikasi. Mirip gaya mobil rally yang penuh stiker sponsor di sisi bodinya. Velg senada dengan grafis berwana kuning menggunakan Advan RG ukuran 17 inci.

Mempermanis tampilan luar, beberapa ubahan dilakukan termasuk menyematkan buntut bebek 3D GT Wing JS Racing Japan, body kit costum, antena pendek JS Racing, emblem emas JS Racing, emblem Honda merah JDM, lampu menggunakan GT HID 4300k, tutup kap mesin Carnonervo, lampu rem tipe Fit RS JDM, dan sentuhan lampu LED.

“Saya membangun mobil ini cuma butuh waktu satu bulan. Total biaya sekitar Rp 300 juta-Rp 400 juta di luar harga mobilnya sendiri,” ujar Davin.


“Go Green”
Sementara itu, keberhasilan Tomi meraih King Freed lantaran konsep hijaunya. Warna dasar mobil yang putih dibalur sapuan full air brush bergambar bola dunia berpadu dengan dedaunan yang serba hijau. Menariknya, seluruh bodykit menggunakan bahan plastik daur ulang. Ubahan lain, lampu desain baru custom hand made, lampu belakang, kabut (di bemper) custom LED, velg 18 inci dibalut ban 215 x 40 x 18.

“Banyak yang tak percaya kalau saya hanya menghabiskan di bawah Rp10 juta untuk tampilan eksterior mobil ini (di luar velg). Semua bahannya diolah dari barang-barang bekas, kebetulan ada bengkel, jadi banyak bemper rusak yang bisa dimanfaatkan,” beber Tomi yang dikenal piawai dalam teknik pengecatan airbrush.

Masuk ke interior, nuansa putih, hitam, dan hijau muda juga kental diperlihatkan dari tampilan bangku custom dari Lux, plafon, dashboard, sampai karpet dengan desain senada mencerminkan tema go green, menggunakan bahan dari MC Tech yang juga full air brush. Seluruh audio dan sistem entertainment di-support oleh produk Venom.

  • Millatfacebook : Facebook Khusus Umat Islam Beredar di Pakistan

    Aksi pemblokiran terhadap Facebook oleh Pemerintah Pakistan mendorong para ahli IT untuk mengembangkan jejaring sosial dalam negeri. Setelah, muncul fan page ‘Everybody Draw Mohammed Day!, Pemerintah Pakistan langsung memblokir Facebook, karena hal itu dianggap melecehkan umat Muslim. Enam...
  • Piramida dan Borobudur Dibantu Mahkluk L A ?

    Untuk judul di atas kelihatannya aneh banget ada kata-kata mahkluk LA. Yang dimaksud mahkluk LA adalah mahkluk Luar Angkasa bukan Los Angeles. Informasi ini akan menceritakan tentang sejarah bangunan piramida dan candi borobudur. Benarkah bangunan piramida dan candi Borobudur di bantu oleh mahkluk luar...