Rudal Indonesia

Rudal Indonesia - Tni al indonesia uji coba rudal yakhont buatan rusia, Youtube home · loading icon · yayanganteng · loading icon · like · dislike · i dislike this · stats have been disabled for this video · report. Sejarah uji coba rudal oleh militer indonesia, Sejarah uji coba penembakan rudal oleh militer indonesia, termasuk rudal yakhont yang sangat di takuti oleh negara-negara barat.. Rudal | indomiliter, Pasca pensiunnya rudal rapier, boleh jadi belum ada rudal arhanud yang benar-benar mumpuni dan mampu bikin pede pertahanan udara di wilayah ibu kota jakarta..


  • Perbandingan Senjata Korut / Korsel dengan Indonesia ?


    Korea Selatan dan Korea Utara baru-baru ini terlibat perang. Lalu seberapa hebat senjata kedua negara itu dibandingkan Indonesia?.

    Jumlah tentara

    Indonesia memiliki 581 ribu tentara aktif. Sedangkan Korea Selatan memiliki 687 ribu tentara aktif, dan 28 ribu bantuan tentara dari Amerika Serikat (AS). Untuk Korea Utara, negara ini memiliki 1,19 juta tentara aktif.

    Senjata Konvensional

    Indonesia memiliki 1.815 kendaraan tempur dan helikopter sebanyak 145 unit. Selain itu, ada 29 kapal perang, 31 kapal patroli, dan 2 kapal selam. Untuk pesawat tempur, Indonesia memiliki 50 unit pesawat tempur, 69 unit pesawat angkut.

    Korea Selatan memiliki 2.750 tank tempur utama, dan 2.780 personel lapis baja. Selain itu, negara ini juga memiliki 10.470 artileri termasuk 1.089 artileri otomatis, dan 3.500 manual. Korea Selatan juga memiliki 185 peluncur roket. Selain itu, Korea Selatan juga memiliki 140 kapal perang.

    Korea Utara memiliki 4.100 tank, dan lebih dari 2.500 personil lapis baja. Kebanyakan alat berat militer ini berasal dari Uni Soviet dan butuh modernisasi. Misalnya, tank T-54, tank ini masih menjadi tank tempur utama Korea Utara di mana negara lain sudah memensiunkan tank ini sejak 1970-an. Selain itu, negara ini memiliki lebih dari 17.900 artileri, termasuk 4.400 artileri otomatis, 2.500 peluncur roket dan 7.500 mortir.

    Korea Utara memiliki 620 pesawat MIG tua buatan era Soviet dan secara umum telah usang dan tak cocok untuk pertempuran modern. Negara ini juga memiliki sekitar 490 pesawat tempur modern. Diyakini, negara ini juga memiliki armada kapal selam yang belum diketahui jumlah pastinya. Negara ini memiliki 71 unit kapal perang.

    Rudal

    Untuk kepemilikan rudal, Indonesia belum ada data pasti. Namun, menurut kabar terakhir, Perusahaan Rosoboronexport, pengekspor senjata Rusia pada 10 November menyatakan telah menandatangani kesepakatan penjualan rudal dari udara ke udara senilai US$ 50 juta (Rp 448 miliar) dengan Indonesia.

    Untuk Korea Selatan pembangunan rudal dibatasi oleh perjanjian dengan AS. Tapi, baru-baru ini Korea Selatan telah menempatkan sejumlah rudal baru jarak jauh (jangkauan 1.500 km) yang menjangkau seluruh wilayah Korea Utara.

    Korea Utara memiliki lebih dari 800 rudal balistik, dan lebih dari 1.000 rudal dengan berbagai jangkauan.

    Nuklir

    Indonesia belum terdapat data kepemilikan nuklir.

    Korea Utara diyakini telah memproduksi sekitar 50 kg plutonium, para ahli mengatakan jumlah ini cukup untuk membuat enam sampai delapan senjata nuklir.

    Korea Selatan sangat maju dalam PLTN, namun tak memiliki senjata nuklir. Meski begitu, AS menjanjikan perlindungan payung nuklir untuk negara ini.@Inilah

  • 300x250 muliti doors
  • Dampak Film Innocence of Muslims, Dubes AS Tewas di Rudal

    Rentetan aksi protes terhadap film berjudul “Innocence of Muslims” yang dianggap menghujat Nabi Muhammad, terus berlangsung di sejumlah negara, seperti Libya, Mesir, dan Tunisia. Duta Besar Amerika Serikat untuk Libya dan sejumlah Staf Konsulat Amerika Serikat tewas dalam serangan di Libya, terkait protes film ini.

    Inilah film berjudul “Innocence of Muslims” karya sutradara Sam Bacile, yang memicu protes besar di Libya, Mesir, Tunisia, dan sejumlah negara lain. Penggambaran Nabi Muhammad dalam film yang terkesan amatir ini, sangat bertolak belakang dengan keyakinan umat Islam.

    Berbagai aksi protes terhadap film “Innocence of Muslims” pun bermunculan. Protes antara lain pecah di Benghazi, Libya. Gedung Kedutaan Amerika Serikat diserang Selasa malam. Duta Besar Amerika Serikat Chris Stevens tewas ketika bersama tiga staf kedutaan berada di konsulat dalam upaya evakuasi. Gedung mereka ditembaki dan dibakar. Dubes Chris Stevens tewas karena terlalu banyak menghirup asap.

    Protes dan kerusuhan juga terjadi di Kairo, Mesir. Ribuan pengunjuk rasa memanjat tembok pagar kompleks kedutaan dan merobek bendera Amerika Serikat dan menggantinya dengan bendera Hitam. Pada Kamis pagi, bentrok pengunjuk rasa dengan polisi masih terjadi di Kedutaan Amerika Serikat yang dijaga ketat polisi anti-huru hara Mesir.

    Protes serupa juga meluas hingga Tunisia. Situasi yang memanas membuat Kedutaan Amerika Serikat di Asia termasuk Indonesia dijaga ketat. Presiden Barack Obama yang didampingi Menlu AS, Hillary Clinton dalam siaran pers di Gedung Putih, Washinton DC, menyampaikan rasa bela sungkawa atas tewasnya Christopher Stevens dan tiga orang lainya.

    Selain itu, orang nomor satu Amerika itu, menginstruksikan sejumlah pihak yang terkait untuk bersama-sama melakukan investigasi dan penangkapan para pelaku penyerangan.

  • 300x250 muliti doors
  • Bogor, Kota Petir Terbesar di Dunia !

    Selama ini kita mengenal kota Bogor dengan sebutan kota hujan, namun siapa sangka kota Bogor selain dijuluki sebagai kota hujan ternyata mendapat julukan baru sebagai kota petir, karena dalam sehari mendapat sambaran petir hingga 322 kali yang normalnya hanya 80 kali, ini tercatat dalam Guinness book of world record.

    Indonesia yang terletak pada khatulistiwa mempunyai hari-guruh sangat tinggi dengan aktivitas 100 sampai 200 hari-guruh per tahun. Hal ini menyebabkan karakteristik petir di Indonesia berbeda dengan karakteristik petir di luar negeri yang dijadikan standar oleh Badan Standarisasi dunia pada umumnya. Setiap sambaran dapat membangkitkan sampai dengan 100 juta volt listrik dan arus mengalir sampai dengan 200 ribu ampere, Suhu kanal petir sampai dengan 10.000 derajat celcius, lebih panas dari panas permukaan matahari

    Demikian hasil paparan yang di sampaikan oleh DR. Reynaldo Zoro yang sekarang menjabat sebagai Head of Laboratory for High Voltage and High Current Engineering of SEEI ITB, dihadapan para pejabat TNI AU pada Coffee Morning di Auditorium Mabesau Cilangkap. Jakarta Timur, Rabu(22/4)

    Dengan adanya feneomena ini, DR. Reynaldo Zoro mengingatkan kembali betapa pentingnya penangkal petir digunakan dalam sebuah bangunan atau gedung untuk melindungi semua perangkat teknologi yang ada. Karena dalam sambaran petir yang mengenai suatu bangunan atau obyek sambaran dapat merusak hingga radius dua kilometer dari pusat sambaran petir. Sambaran langsung dan tidak langsung petir pada peralatan dan instalasi akan menimbulkan tegangan lebih yang dapat merusak, menuakan atau merubah fungsi

    Angkatan Udara sebagai Institusi yang sebagian besar menggunakan Alutsista dengan berbasis teknologi dalam setiap lingkup kerjanya seperti pesawat, Radar, Rudal dan berbagai peralatan komputer lainnya.sangat rentan terhadap efek yang ditimbulkan oleh petir

    Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Subandrio, Wakasau Marsdya TNI Warjoko, para Asisten Kasau, Pati dan Kolonel jajaran TNI AU se-Jakarta.

  • 300x250 muliti doors
  • Mengintip Kekuatan Nuklir dan Bom Atom Iran

    Kengototan Israel untuk menyerang fasilitas nuklir Iran sangat mungkin didasari prinsip ‘Jika seseorang akan membunuhmu, bunuhlah orang tersebut terlebih dulu’.

    BERANEKA kamera pengawas dan senjata otomatis tersebar di sejumlah sudut kompleks bangunan kelabu di belahan utara Kota Tel Aviv. ‘Institut’, demikian warga setempat menyebut kompleks tersebut, yang tak lain adalah kantor badan intelijen Israel, Mossad.

    Di tempat itulah perencanaan serangkaian serangan terhadap sejumlah ilmuwan nuklir Iran diduga berlangsung. Korban terkini ialah Mostafa Ahmadi-Roshan, 31, salah seorang petinggi fasilitas pengayaan uranium Natanz yang tewas akibat bom mobil di Teheran, 12 Januari lalu.

    Kematian Ahmadi-Roshan ditengarai hanyalah awal dari serangan terbuka ‘Negeri Yahudi’ ke sejumlah fasilitas nuklir Iran. Target mereka beragam, mulai lokasi pengayaan uranium dekat Kota Natanz dan Qom, reaktor nuklir yang sedang dibangun di Arak, hingga pembangkit listrik tenaga nuklir Bushehr.

    Soal waktu, majalah Jerman Der Spiegel punya estimasi. Berdasarkan rekaman pembicaraan antara politisi Israel, pejabat militer, dan pejabat Mossad, serangan ke Iran bakal direalisasikan dalam kurun Juni hingga November nanti. Di sisi lain, sejumlah pejabat Amerika Serikat menduga serangan Israel mungkin diwujudkan pada Mei mendatang.

    Kecepatan serangan ke fasilitas nuklir Iran sangat mungkin didasari prinsip ‘serangan pendahuluan’ (preemptive strike) yang terangkum dalam literatur Yudaisme, Talmud. Salah satunya berbunyi, ‘Jika seseorang akan membunuhmu, bunuhlah orang tersebut terlebih dulu’.

    Adolf Hitler
    Prinsip tersebut diresapi Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Pria yang akrab disapa ‘Bibi’ itu menuding klaim Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad tentang penggunaan nuklir bagi kepentingan energi sipil hanyalah isapan jempol belaka.

    Apalagi, laporan terkini Badan Energi Atom Internasional (IAEA) menyebutkan betapa kemampuan pengayaan uranium Iran telah berkembang pesat. Hal itu sejalan dengan laporan National Intelligence Estimate bertajuk Iran: Nuclear Intentions and Capabilities.

    Dokumen kumpulan badan intelijen Amerika Serikat pada November 2007 silam itu mengklaim Iran dapat memproduksi senjata nuklir pada periode 2010 hingga 2015. Iran, tulis laporan tersebut, telah memiliki ribuan mesin pemutar (centrifuge) yang sanggup memperkaya uranium sehingga dapat dijadikan senjata nuklir.

    Selain menyitir soal teknis, Netanyahu menyeriusi ucapan Ahmadinejad mengenai penghapusan Israel dari peta dunia. Baginya, situasi saat ini mirip ketika rakyat Eropa meremehkan

    propaganda Adolf Hitler pada era 1930-an. “Sekarang 1938 dan Iran adalah Jerman,” cetusnya.
    Lain dengan Netanyahu, alasan Menteri Pertahanan Ehud Barak lebih taktis. Menurut dia, Israel harus cepat mengambil tindakan lantaran program nuklir Iran akan memicu persaingan senjata di kawasan Timur Tengah. Apa yang terjadi, tanya Barak, jika Iran menempatkan senjata nuklir mereka di Libanon untuk melindungi Hezbollah?

    Dengan menggunakan argumentasi tersebut, militer Israel mulai mengambil ancang-ancang. Pada November lalu, pilot-pilot terbaik dari skuadron 117 angkatan udara Israel membawa 16 pesawat pengebom untuk berlatih di pesisir Laut Mediterania.

    Program latihan meliputi pengisian bahan bakar di udara, terbang rendah dalam berbagai formasi, dan simulasi menjatuhkan bom penghancur bungker. Ikut diuji pula rudal balistik Jericho III yang berdaya jelajah 6.500 kilometer dan mampu membawa hulu ledak nuklir.

    Dari sisi diplomasi, Israel diduga telah melobi Arab Saudi dan Uni Emirat Arab untuk memberikan izin pemakaian ruang udara bagi pesawat-pesawat tempur ‘Negeri Bintang Daud’ yang menuju Iran. Sebagaimana dipaparkan laman Wikileaks yang membocorkan pesan rahasia Kedutaan Besar AS di Arab Saudi, Raja Abdullah mengatakan kepada Dubes AS di Riyadh, “Sudah saatnya memotong kepala sang ular (Iran).”

    Kekuatan Iran
    Sejak menumbangkan Shah melalui revolusi Islam pada 1979, kekuatan para mullah di Iran jelas tidak bisa dipandang sebelah mata. Untuk menggempur ‘Negeri Persia’, militer Israel harus berhadapan dengan dua organisasi berani mati, yakni milisi Basij dan Pasdaran atau ‘laskar pelindung revolusi Islam’.

    Yang terakhir disebut merupakan organisasi penting pemegang kekuatan ekonomi dan politik Iran. Anggota-anggota Pasdaran pun menduduki sejumlah jabatan penting di berbagai bidang, termasuk pemerintahan. Fokus mereka saat ini berpusat kepada program nuklir.

    Perusahaan-perusahaan yang dimiliki Pasdaran membangun terowongan rahasia, semisal lorong fasilitas nuklir Fordo dekat Kota Qom yang tersembunyi di perut pegunungan. Ilmuwan-ilmuwan anggota Pasdaran terlibat dalam proses pengayaan uranium. Bahkan, pasukan elite Pasdaran bertugas melindungi fasilitas nuklir Iran.

    “Jika pesawat-pesawat jet mereka (Israel) bisa menghindari sistem pertahanan udara Iran, rudal darat kami akan menghancurkan markas mereka sebelum rudal mereka mendarat,” tegas Amir Ali Hajizadeh, komandan angkatan udara Pasdaran.

    Berbicara soal rudal, koleksi Iran cukup bervariasi. Sebut saja rudal Shahab 3 dengan jangkauan hingga 2.000 km, rudal Ghadr 1 yang berdaya jelajah mencapai 1.800 km, dan rudal Sejjil dengan cakupan sejauh 2.000 km. Itu belum termasuk sistem pertahanan udara mumpuni yang diduga dipasok Rusia.

    Menurut Abdullah Toukan dari Center for Strategic and International Studies, Iran sanggup menangkal serangan udara berkat peranti Antey-2500 Mobile System buatan Rusia. Dalam makalah berjudul Study on a Possible Israeli Strike on Irans Nuclear Development Facilities, Toukan berargumen perkakas itu sanggup menembak jatuh rudal Israel yang berdaya jelajah 2.000 km-2.500 km.

    Berisiko besar
    Selain kemampuan Iran untuk membalas serangan Israel, terdapat sedikitnya tiga faktor lain yang membuat Netanyahu harus berpikir ulang untuk melaksanakan aksinya.

    “Seluruh Iran begitu rentan,” kata Deputi Perdana Menteri Israel Dan Meridor. “Mereka tidak akan hanya menyasar serdadu Israel. Tujuan utama mereka adalah warga sipil.”

    Analisis tersebut diamini mantan pejabat Gedung Putih untuk urusan pemberantasan terorisme, Richard Clarke. Menurut dia, Israel akan jadi sasaran empuk kelompok Hezbollah di Libanon yang terbukti perkasa pada perang 2006 lalu. “Jika Hezbollah meluncurkan ribuan roket ke Israel, ratusan warga akan tewas. Untuk negara kecil, itu sangat menghancurkan.”

    Risiko berikut ialah kenaikan harga minyak. Serangan Israel bakal mendorong Iran menutup Selat Hormuz yang dilalui 20% dari seluruh kapal tanker minyak dunia. Tak hanya itu, serangan akan membuat produksi minyak di Iran terhenti. Imbasnya, harga minyak dunia akan melonjak naik.

    Faktor selanjutnya ialah determinasi Iran. Yossi Melman, pengamat keamanan dan strategi Israel, menilai serangan Israel hanya akan melecut Teheran untuk memproduksi senjata nuklir besar-besaran.

    “Katakanlah beberapa fasilitas nuklir berhasil dihancurkan. Iran hanya perlu beberapa tahun untuk membangunnya kembali dan mereka punya legitimasi untuk mengatakan, ‘Kami diserang oleh negara yang punya senjata nuklir dan kami harus mempertahankan diri kami’,” papar Melman.

    Bila itu terjadi, perimbangan kekuatan Timur Tengah praktis terancam lantaran AS, Rusia, dan Eropa akan terseret ke kancah peperangan.
    “Kejelekan terbesar adalah perang. Begitu Anda memulai perang, Anda tidak akan tahu bagaimana akhirnya,” pungkas Melman.

    SUmber : MediaIndonesia.com

  • 300x250 muliti doors