Tes Seleksi Pt Kai


  • Ini Dia Tujuh Daftar Nama KPK Lolos Tes Psikologi


    Sebanyak tujuh calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi dinyatakan lolos tes psikologi, kata Ketua Panitia Seleksi (pansel) Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi, Patrialis Akbar. “Itu hasil dari lembaga konsultan Dunamis yang disampaikan kepada pansel sebagai hasil psikotes,” kata Patrialis saat pengumuman hasil tes psikologi itu di sekretariat panitia seleksi, di Jakarta, Jumat (6/8/2010) malam.

    Ketujuh calon pimpinan KPK yang dinyatakan lolos adalah Bambang Widjojanto (advokat), Chairul Rasyid (purnawirawan polisi), Dr Fachmi (jaksa pada Kejaksaan Agung), Busyro Muqodas (Ketua Komisi Yudisial), Jimly Asshiddiqie (mantan Ketua Mahkamah Konstitusi), I Wayan Sudirta, dan Meli Darsa. Mereka dinyatakan lolos tes psikologi yang diikuti oleh 12 calon pimpinan KPK.

    Patrialis menjelaskan, para calon yang lolos tersebut dinilai memenuhi sejumlah kriteria tes psikologi, antara lain konsistensi cara berpikir, kecerdasan dan kepercayaan diri, kematangan emosional, integritas, transparansi, ketegasan mengambil keputusan, dan kerja sama tim.

    Rencananya, panitia seleksi akan melakukan tinjauan rekam jejak ketujuh calon tersebut. “Besok akan dilakukan tinjauan track record,” kata Patrialis.

    Pansel akan mendapat bantuan dari Indonesia Corruption Watch (ICW) dan Masyarakat Pemantau Peradilan Indonesia (MAPPI) dalam melakukan tinjauan rekam jejak. Hasil tinjauan rekam jejak itu dijadwalkan selesai pada 14 Agustus 2010 atau paling lambat 16 Agustus 2010.

    Setelah itu, ketujuh calon pimpinan KPK itu akan mengikuti tes wawancara pada 19 Agustus 2010. Finalisasi hasil wawancara akan disampaikan sehari kemudian.

    Panitia seleksi juga akan mengirimkan surat terkait hasil tinjauan rekam jejak calon pimpinan KPK kepada sejumlah lembaga terkait yaitu Mahkamah Konstitusi, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan, Badan Intelijen Negara, Komisi Pemberantasan Korupsi, Polri, Kejaksaan, Ditjen Administrasi Hukum Umum Kementerian Hukum dan HAM, serta Ditjen Pajak Kementerian Keuangan.

  • Lowongan kerja PT. POS Indonesia 2013

    PT . Pos Indonesia ( Persero )mengundang Anda untuk bergabung sebagai Management Trainee ( MT )

    untuk Pengembangan Bisnis
    PT . Pos Indonesia ( Persero ) mempertemukan beragam dan berbakat tenaga kerja untuk bangun pada pengembangan usaha terberat di dunia di bidang : logistik , surat & paket , jasa keuangan , e -commerce , properti , kartu nama , penagihan , postshop dan banyak bisnis lainnya .Persyaratan:

    • - Memiliki motivasi , tingkat inovatif dan komitmen yang tinggi
    • - Berpikir analitis , kemampuan organisasi & interpersonal yang
    • - Lulusan Universitas ( S1 ) , IPK min 3.00 disukai
    • - Bidang : Akuntansi , Keuangan , Hukum , Pemasaran . Manajemen Bisnis , Manajemen Informasi , IT , Teknik Industri , Arsitektur, Desain Grafis
    • - Kemampuan membaca , menulis dan berbicara bahasa Inggris ( TOEFL : 500 )
    • - Single, max sekitar 28 tahun per 1 Oktober 2013


    Kirim lamaran anda ke alamat sebelum tanggal 26 Oktober 2013

    AIDA Consultant Menara Hijau Lt 7Jl . MT Haryono Kav 33 Jakarta 12770 .Proses seleksi akan diadakan di Jakarta , Bandung , Yogyakarta dan Surabaya
    sumber

    Similar Jobs:

  • Ingin Nikah(Must Read), Tips Jurus Pria Menyeleksi Calon Istri !

    Ternyata tidak hanya wanita yang hobi menguji pasangannya. Kaum Adam pun punya kebiasaan ini sebagai salah satu jurus seleksi sebelum naik ke pelaminan.

    Pria melakukannya dengan sengaja, karena mereka juga tidak ingin menghabiskan sisa hidup mereka dengan wanita yang salah. Jadi, mereka mengaku harus melihat calon istri dari berbagai sisi untuk mengetahui apakah pasangannya sepadan dengannya atau tidak, kata Sherry Argov penulis buku best seller, Why Men Marry Bitches.

    Inilah cara dan alasan mereka mengetes Anda. Hati-hati, jangan sampai Anda masuk dalam jebakannya!

    1. Kebanyakan pria menilai wanita itu terlalu emosional. Inilah alasan pria sering menceritakan tentang mantan-mantannya secara detail. Dari sini, pria berharap kekasihnya tidak akan berperilaku sama seperti mantan mereka. Beberapa wanita mungkin bisa lolos dengan julukan drama queen. Tapi, jika pria sudah menilai pasangannya sebagai psycho alias psikopat, biasanya pria akan mundur dan tak akan kembali lagi.

    2. Pria bakal senang melihat reaksi Anda, ketika muncul wanita cantik dalam satu ruangan dengan Anda berdua. Cara mengetes Anda dengan mencoba memuji wanita itu. Entah itu, penampilannya atau bahasa tubuh wanita tersebut. Jika Anda memperlihatkan reaksi cemburu, si dia akan merasa senang. Rasa cemburu Anda bisa jadi hasil tes, bahwa Anda masih menyayanginya.

    3. Anda membuat pernyataan, tidak menyukai orang yang suka ngaret. Ini akan terekam dalam memorinya. Kalau akan mengetes Anda, saat janjian untuk makan malam bareng, dia akan datang satu jam lebih lama. Tapi, dengan alasan yang cukup masuk akal. Nah, jika reaksi Anda berlebihan, misalnya berteriak dan memaki-makinya, dia pasti tidak akan menganggap Anda bukan marriage material.

    Tapi, bila reaksi Anda tenang, misalnya dengan berkata, Aku tadi agak cemas, tapi sekarang sudah lega. Lain kali kasih kabar, ya! Ini menunjukkan bahwa Anda adalah wanita berkelas dan pantas mendampinginya.

    4. Hati-hati, bila Anda sering bertanya padanya, apakah Anda terlihat lebih gemuk? Jika si dia menjawab, Nggak terlalu, tapi jangan kebanyakan makan es krim, dong! Initinya dia akan membuat Anda merasa tidak nyaman. Jika Anda terus menerus merasa tidak nyaman, si dia akan berpikir Anda terlalu memikirkan hal-hal yang tidak begitu penting. Hal ini menunjukkan bahwa Anda tidak mandiri. Bagi pria, jika pasangannya ingin langsing, ya diet saja. Tak perlu menanyakan pendapat pasangannya.

    5. Bagi pria, wanita yang selalu marah-marah dan bersikap emosional akan membuat dia tak lagi menghargai pasangannya. Biasanya, jika pria tidak lagi berusaha membuat pasangannya tenang, dia sedang menguji seberapa lama kekasihnya akan marah-marah. Jika amarah Anda tidak juga mereda, pria akan berpikir ulang, apakah Anda layak menjadi istrinya atau tidak.

    Karena itu, sebaiknya jangan membesar-besarkan hal sepele. Jika ada masalah kecil, jangan malah marah-marah. Cobalah selesaikan bersama dengan kepala dingin.