Yayasan Amalilah Rabu 23 Januari 2014


Sejumlah 18 jenis tanaman obat di Indonesia berpotensi menurunkan kesuburan atau antifertilitas pria. Dengan pengujian lebih lanjut, tanaman obat itu bisa menjadi alternatif alat kontrasepsi pria.

Kepala Sentra Pengembangan dan Penerapan Pengobatan Tradisional (SP3T), dr Azwar Agoes, mengemukakan hal itu dalam Pertemuan Ilmiah Tahunan Perkumpulan Andrologi dan Perhimpunan Dokter Spesialis Andrologi Indonesia, Sabtu (22/4).

Ke-18 jenis tanaman obat tersebut, di antaranya bunga kembang sepatu (Hibiscus Rosa-sinensis L), pare (Momordica charantia), biji papaya (Carica papaya), kunyit (Curcuma domestica), dan biji oyong (Luffa acutangula Roxb.)

Selain itu, daun manggis (Garcinia mengostana), tapak dara (Catharantus roseus), biji kapas (Gossypium hirtusum), cantel (Andropogon sorghum), sitawar (Costus speciosus), dan gandarusa (Justicia gandarussa).
Uji coba pada tikus dan kelinci jantan oleh sejumlah peneliti di Indonesia, membuktikan bahwa 18 jenis tanaman itu berkhasiat menurunkan kesuburan.

Menurut mantan dosen Fakultas Kedokteran Unsri itu, ke-18 tanaman itu menghambat pertumbuhan spermatozoa (spermatogenesis), menggagalkan pematangan sperma, menghambat transportasi sperma melalui degenerasi saluran sperma, dan menghalangi penyimpanan spermatozoa. Ekstrak tanaman pare,, mengandung senyawa sitotoksik seperti saponin triterpen dan cucurbitacin, yang dapat menurunkan kualitas dan jumlah sel sperma pada tikus jantan. Tapak dara punya efek menghambat proses pematangan sperma.

  • Wow, Telur Rebus Air Kencing, Bisa Tingkatkan Stamina

    Anda mungkin sudah biasa mengkonsumsi telur rebus, baik untuk sarapan, makan siang atau makan malam. Tapi, pernahkah mencoba telur yang direbus dengan urin? Olahan makanan ekstrim ini hanya ada di Provinsi Zhejiang, Cina. Makanan yang sudah ada sejak berabad lalu ini, dipercaya masyarakat setempat bisa...
  • SNV is looking for Consultant to conduct baseline survey for WASH programme

    SNV is an international not-for-profit development organisation working in over 38 of the poorest countries worldwide for nearly50 years. Using market based approaches SNV is committed to reducing poverty by catalysing environmentally sustainable solutions for the poor in agriculture, energy, water...